Cari Blog Ini

Rabu, 23 Juni 2010

MENGENAL YANG BERBAHAYA BAGI LINGKUNGAN

1. BEKAS BOTOL AQUA


Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai ulang botol plastik (Aqua, VIT , etc) dan menaruhnya di mobil atau dikantor. Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastik  botol (disebut juga sebagai polyethylene terephthalate or PET) yang dipakai di botol-botol ini mengandung zat-zat karsinogen (atau DEHA). Botol ini aman untuk dipakai 1-2 kali saja, jika anda ingin memakainya lebih lama,tidak boleh lebih dari seminggu, dan harus ditaruh ditempat yang jauh dari matahari. Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik rusak dan zat karsinogen  itu bisa masuk ke air yang kita minum. Lebih baik membeli botol air yang memang untuk dipakai berulang.

2. PENGGEMAR SATE

Kalau Anda makan sate, jangan lupa makan timun setelahnya. Karena ketika kita makan sate sebetulnya kita  juga makan karbon dari hasil pembakaran arang,  yang dapat menyebabkan kanker.  
Karena sate mempunyai zat karsinogen (penyebab kanker).  Timun ternyata punya anti karsinogen.

 


3. UDANG DAN VITAMIN C

 
Jangan makan udang setelah Anda makan Vitamin C. Karena ini akan menyebabkan keracunan dari racun arsenik (As) yang merupakan proses reaksi dari Udang dan Vitamin C di dalam tubuh dan berakibat keracunan yang fatal dalam hitungan jam.

 

4. MI INSTAN

Mengkonsumsi mie instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkit kanker, yang disebabkan lapisan lilin,  yang digunakan  untuk menghindarkan mie lengket satu sama lain. Untuk membersihkan lilin tersebut  tubuh kita membutuhkan waktu lebih dari 2 hari. 
Jadi bagi yang ngefans berat sama mie usahakan dosisnya paling banyak 2 kali dalam satu minggu.

 
5. BAHAYA DIBALIK KEMASAN MAKANAN
Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita konsumsi. Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan hanya sekadar bungkus makanan dan cenderung dianggap sebagai "pelindung " makanan. Sebetulnya tidak tepat begitu, tergantung jenis bahan kemasan. Sebaiknya  mulai sekarang Anda cermat memilih  kemasan. Kemasan mempunyai fungsi kesehatan, pengawetan, kemudahan, penyeragaman, promosi, dan informasi. Ada begitu banyak bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan, yaitu kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan . Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makanan yang dikemasnya.
Inilah ranking teratas bahan kemasan makanan yang perlu Anda waspadai.
A.     Kertas .
Beberapa kertas kemasan dan non-kemasan (kertas koran dan majalah) yang sering digunakan untuk membungkus makanan, terdeteksi mengandung timbal (Pb) melebihi batas yang ditentukan. Di dalam tubuh manusia , timbal masuk melalui saluran pernapasan atau pencernaan menuju sistem peredaran darah dan kemudian menyebar ke berbagai jaringan lain, seperti: ginjal,  hati, otak, saraf dan tulang.
Keracunan timbal pada orang dewasa ditandai dengan gejala 3 P, yaitu pallor (pucat), pain (sakit) & paralysis (kelumpuhan). Keracunan yang terjadipun bisa bersifat kronis dan akut. Untuk terhindar dari makanan yang terkontaminasi logam berat timbal, memang susah-susah gampang. Banyak makanan jajanan seperti pisang goreng, tahu goreng dan tempe goreng yang dibungkus dengan koran karena pengetahuan yang kurang dari
si penjual, padahal bahan yang panas dan berlemak mempermudah berpindahnya timbal ke makanan. Sebagai usaha pencegahan , taruhlah makanan jajanan tersebut di atas piring.
B .   Styrofoam
Bahan pengemas styrofoam atau polystyrene telah menjadi salah satu pilihan yang paling populer dalam bisnis pangan. Tetapi, riset terkini membuktikan bahwa styrofoam diragukan keamanannya. Styrofoam yang dibuat dari kopolimer styren ini menjadi pilihan bisnis pangan karena mampu mencegah kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya saat  dipegang. Selain itu, bahan tersebut juga mampu mempertahankan suhu tetapi tetap nyaman dipegang, mempertahankan kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas, biaya murah,lebih aman, serta ringan.
Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan Pemerintah Jepang mengungkapkan bahwa residu styrofoam dalam makanan sangat berbahaya. Residu itu dapat menyebabkan endocrine disrupter (EDC), yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat adanya
gangguan pada system endokrinologi dan reproduksi manusia akibat bahan kimia karsinogen dalam makanan. 
(Disarikan dari berbagai sumber).

Selasa, 22 Juni 2010

Kamus Katolik

Biarawan/wati adalah anggota lembaga religius artinya suatu persekutuan yang anggota-anggotanya (1) mengucapkan kaul kekal atau sementara (yang diperbaharui) yang diterima oleh pembesar yang berwenang atas nama Gereja dan (2) bersama-sama melaksanakan hidup persaudaraan (bdk. KHK 607 § 2 dan 1192 § 1). Maka biarawan/wati adalah anggota ordo atau serikat/ kongregasi ‘religius’ (=mengikat diri dgn kaul/ikrar), tetapi bukan anggota institut sekular atau serikat hidup kerasulan.  (hal. 198/jil.1)

Kongregasi:  (1) adalah suatu departemen, kuria Romana atau (2) perserikatan keagamaan yang diakui oleh Paus atau Uskup. (hal 25/jil. 5)

Tarekat: (Arab) Berarti ‘jalan’ menuju kebenaran, cara atau aturan hidup dalam bidang keagamaan/kepercayaan/tasawuf. Atas dasar ini tarekat berarti juga persekutuan atau persaudaraan orang, yang bersama-sama yang menurut aturan hidup tertentu tertentu berusaha hidup dengan iman mereka. (hal 196/jil.8)

Frater: (=saudara laki-laki, Lat ): sebutan atau panggilan untuk calon imam yang masih belajar di seminari tinggi.  (hal 168/jil.2)

Diakon: adalah tingkatan dasar jabatan pelayanan dalam Gereja, yang sejak semula ‘atas ketetapan Ilahi” bertingkat tiga yaitu diakonat, imamat, episkopat. (hal 58/jil2)

Diakonat: adalah jenjang  jabatan gerejani di bawah imamat, yang semula dikhususkan untuk pelayanan amal (Kis 6 1-6), tetapi juga untuk pewartaan Injil. Secara umum diakon berarti pelayanan bagi orang yang kurang mampu terdorong cintakasih Kristiani. (hal 59/jil2)

Imamat: dalam Gereja terdapat satu imam untuk selama-lamanya yakni Imam agung Yesus Kristus, yang Menyelesaikan imamat PL dalam wafatNya di kayu salib.
Imamat kaum beriman disebut imamat umum, sedangkan mereka yang ditahbiskan secara khusus disebut imamat jabatan (hal 84/jil 3).

Episkopat: adalah (1) jabatan uskup sebagai tingkat ketiga dan tertinggi sakramen imamat.  (bdk KHK kan 1008/1009); jawatan ini berdasarkan kehendak Kristus sendiri (sebagai kelanjutan jabatan para Rasul) sehingga tidak boleh ditiadakan. (2) Keseluruhan uskup-uskup Gereja atau suatu negara. ( 120./jil 2).

Tahbisan: Kata Arab tahbis berarti membuat wasiat/hibah dan dalam bahasa indonesia mendapat arti ‘memberkati/ menyucikan untuk keperluan keagamaan’. Kata ini digunakan untuk menerjemahkan bahasa Belanda wijding (pemberkatan) dan kata latin (inggris) ordinatio (n) yaitu dari ordinare (=mengatur, menggolongkan, mengangkat pd jabatan). Sakremen Tahbisan disebut Sacramentum Ordinis artinya sakramen yang menggolongkan orang tertentu dalam umat yang beriman yang menjalankan pelayanan umat. (hal 178/jil 8)

Imam: 1/ kata Arab:  imam digunakan dalam Alquran dalam arti tanda, pola, pemimpin ibadat dan/atau umat. 2/ dalam alkitab Kristen kata ‘imam’ digunakan 1 untuk kata Yunani Hiereus:  (a) dalam Perjanjian Lama (PL) dan Perjanjian Baru (PB) digunakan  orang-orang Yahudi yang mempersembahkan kurban dalam Baitullah di Yerusalem. (b) dalam PB untuk Jesus sebagai Imam Agung serta satu-satunya imam PB. (c) untuk imamat umat kristen, karena seluruh umat mengambil bagian dalam Imamat Kristus. hal 76/jil 3)

Pastor (Lat). Berarti gembala. Pastor adalah sebutan untuk seorang Imam yang memimpin suatu paroki. Ia disebut pastor kepala jika ada pastor-pastor pembantu. Dalam arti luas imam katolik lain disapa pastor pula. Dalam banyak Negara pendeta protestan disebut juga pastor.

Uskup kata uskup merupakan bentuk Arab dari kata Yunani episkopos yang berarti pengawas. Jabatan uskup sudah terdapat dalam berbagai umat masa perjanjian Baru yaitu abad 1, walaupun kedudukan dan peranannya pada waktu itu belum jelas dibedakan dari penatua  (presbyteroi atau imam), maka berdasarkan tradisi para rasul sejak semula itu, para uskup menjadi pengganti para rasul, sebagai gembala umat lokal. Uskup adalah pemangku jabatan/ pelayanan tertinggi yang diberikan oleh Gereja Anglikan, Katolik dan Gereja-gereja Timur. (hal 62/jil9).

(Sumber : Heuken, Adolf. 2006. Ensiklopedi Gereja. Yayasan Cipta Loka Caraka: Jakarta.)




ABBAS (=bapa, bahasa Aram) adalah pembesar yang dipilih oleh dewan biara atau semua anggota biara yang memiliki hak plih. Abas dipilih untuk seumur hidup dan menerima pemberkatan abas dari seorang uskup. Tanda jabatan yang dikenakan oleh abas adalah salib dada, cincin, pileous (peci hitam), mitra dan tongkat.

ABSOLUSI(absolvere=melepaskan , bahasa Latin) adalah rumusan pelepasasn dosa dalam Sakramen Tobat. Dengan absolusi, imam yang memiliki yuridiksi untuk hal tersebut menyatakan bahwa Tuhan telah menghapus dosa.

ABSOLUSI UMUM (=absolutio generalis, bahasa Latin) adalah pengampunan dosa beberapa orang secara bersamaan tanpa pengakuan dosa secara pribadi sebagai suatu kekecualian yang hanya boleh diberikan jika: (a) dalam bahaya maut, (b) jumlah imam tidak memadahi pengakuan dosa umat beriman yang telalu banyak.

ABSUT adalah pemberkatan jenazah.

ABSTINENSI adalah pantang  terhadap kepuasan tertentu entah makanan, minuman atau jenis keinginan wajar yang lain. Pantang dapat bersifat sebagian saja atau bersifat total.

ACTIO CHATOLICA adalah bentuk kerasulan awam yang lahir di Italia. Gerakan ini merupakan bentuk upaya awam untuk membela Gereja dengan mengambil bagian dalam kerasulan hirarki.

A & O, Alfa dan Omega adalah huruf pertama dan terakhir dalam abjad Yunani, yang dipakai untuk melambangkan Allah sebagai Awal dan Akhir, yakni Asal dan Tujuan segala sesuatu yang ada. 

Sumber: Ensiklopedi Gereja Jilid I, 2004

Senin, 21 Juni 2010

LELANG GOTONG ROYONG (Paskahan di Paroki Persiapan)

Mayang adalah nama sebuah tempat di Jambi, tepatnya di wilayah bagian barat Paroki Santa Teresia Jambi. Di tempat inilah umat paroki menaruh harapan, bahwa suatu saat akan lahir sebuah paroki baru.
Diawali dengan pembelian sebidang tanah pada tahun 1995, tepatnya di Jalan H. Juanda, Rt. 31, Kelurahan Simpang III Sipin, Kecamatan Kotabaru. Kala itu, dibuatlah lorong masuk, yang oleh warga setempat dinamai Jalan Persada. Almarhum Romo Walzak, SCJ, Romo Paroki kala itu, memberinya nama Jalan Harapan. Nama ini merupakan ungkapan keinginan bahwa suatu saat  tanah ini menjadi lokasi gereja paroki yang kedua. Selanjutnya didirikan bangunan yang sampai sekarang dikenal dengan nama Pondok Harapan.
Pondok Harapan, itulah tempat umat Paroki St Teresia Jambi menambatkan harapan akan berdirinya sebuah paroki baru, gereja baru. Umat seolah tak sabar lagi, sebab sudah sekian lama keinginan tersebut diupayakan, belum juga terwujud. Selain itu, satu-satunya gereja di kota Jambi tak mampu lagi menampung jumlah umat yang sudah mencapai 9.000 jiwa. Radius geografis paroki sangat luas, sehingga umat di tempat-tempat tertentu relatif jauh untuk pergi ke gereja. Jelas, hal ini merupakan kendala dalam kehidupan iman.
Paroki St. Teresia Jambi terdiri atas 14 wilayah yang terbagi dalam 65 lingkungan. Dari 14 wilayah tersebut, 5 wilayah tergabung dalam Paguyuban Wilayah Barat. Inilah yang dipersiapkan untuk berdiri menjadi paroki baru. Kelima wilayah adalah (berurutan dari yang tertua): Wilayah St. Antonius, Santo Nikolas, Yohanes Pembaptis, Santo Paulus, dan St Fransiskus Xaverius. Dari jumlah umat, wilayah termuda adalah yang terebesar, sebalikknya wilayah tertua adalah yang terkecil. Untuk mengintensifkan upaya pembentukann paroki, pada 12 September 2006 dibentuk DPP Persiapan, dengan ketua C. Mujito. Dan sejak 3 September 2009, Romo Paulus Slamet Stiadi, SCJ tinggal di sana.
Upaya mewujudkan keinginan terus diupayakan dan diintensifkan. Dalam rangka itulah maka pada tanggal 18 April 2010 lalu diselenggarakan paskahan bersama umat 5 wilayah tersebut. Paskahan diselenggarakan dalam bentuk Misa Kudus, dilanjutkan permainan dan ramah tamah. Misa dipimpin oleh Romo Harry Subekti, SCJ dan Romo Paulus Slamet Setiadi, SCJ. Romo YG. Marwoto, SCJ dan Romo Petrus Subowo, SCJ datang menyusul.
Inkulturasi mewarnai Misa tersebut, antara lain berupa tarian dari Flores sebagai pembuka, dan tari Batak mengiringi persembahan. Doa umat dibawakan dalam tiga bahasa, Jawa, Batak, dan Tionghoa. Ada hal yang terdengar aneh dalam doa umat tersebut ketika doa dalam Bahasa Jawa dibacakan oleh orang Batak, romonya senyum-senyum.
Paskahan dengan tema KEMATIAN MEMBAWA KEBANGKITAN itu dimaksudkan untuk membangun kebersamaan umat 5 wilayah yang tergabung dalam paroki persiapan. Selain itu juga dimaksudkan sebagai sarana sosialisasi kedalam maupun keluar. Maklum, ternyata sebagian umat juga belum mengetahui bahwa di tempat itulah paroki menaruh harapan akan lahirnya gereja yang baru. Sosialisasi keluar diharapkan masyarakat sekitar pun mengetahui bahwa umat Katolik memerlukan tempat ibadah yang layak.
Dalam khotbahnya Romo Setiadi menyampaikan bahwa paskahan di tempat tersebut  merupakan awal upaya yang semakin efektif dalam kegiatan menggereja. Umat dan panitia pembangunan juga akan semakin bersemangat dalam upaya mewujudkan impian untuk segera melahirkan sebuah paroki yang baru, gereja yang baru.
Usai Misa, acara dilanjutkan dengan permainan, hiburan, dan ramah tamah.
C. Mujito, ketua DPP Persiapan, mengungkapkan bahwa semula ia mengkhawatirkan kurangnya keterilbatan umat dalam acara tersebut. Ada beberapa alasan, pertama bahwa satu wilayah kebetulan bertugas sebagai panitia pelaksana Paskah Paroki St Teresia Jambi 2010. Tentu mereka masih kelelahan. Kedua, kebetulan pada hari itu satu wilayah bertugas kor misa pagi di Gereja St Teresia, dan satu lagi tugas sore. Dan pada pagi hari itu juga hujan deras.
Di luar dugaan ternyata umat sangat antusias. Acara dihadiri lebih dari 1.000 orang, sampai-sampai panitia kewalahan mencari tambahan konsumsi. Namun keligatan panitia mampu mengatasi sehingga seluruh acara berlangsung lancer.
Antusiasme umat ditunjukkan tidak hanya dalam jumlah kehadiran, tetapi juga keterlibatan mereka dalam acara. Salah satunya adalah lelang gotong royong. Yang dilelang adalah gambar-gambar kudus (antara lain Maria dengan Kanak-kanak Yesus).
Istilah lelang gotong royong mungkin terdengar asing bagi sebagian pembaca. Lelang tersebut dimaksudkan untuk menghimpun dana bagi upaya pembangunan gereja dan kas DPP Persiapan. Pertama-tama, salah seorang pengurus DPP Persiapan memulai tawaran dengan memasukkan Rp 150.000. Kemudian ada yang berani memberikan lebih tinggi. Dan akhirnya tawaran mentok  pada Rp 7.500.000. Tawaran tertinggi itulah yang mendapatkan gambar, sementara jumlah yang lebih rendah, yang sudah dimasukkan tidak diambil lagi. Maka dari hasil lelang tersebut terkumpul Rp 28.400.000.
Selain lelang gotong royong, penggalangan dana juga dilaksanakan dengan tarian tor-tor. Istilah untuk menampilkan tari khas Batak, tor-tor, di mana penonton/pengunjung ikut notor, naik panggung dan memberikan sumbangan.
Total dana dari lelang dan notor lebih dari empat puluh lima juta rupiah. Jumlah yang tidak cukup besar dalam acara spontan bagi sebuah paroki persiapan.
Acara yang dimotori oleh Frans Dasi Letto sebagai ketua panitia, dan Andy sebagai sekretaris, tersebut berakhir pukul 16.00. Ketua DPP Persiapan merasa terharu dan salut atas semangat anak-anak muda itu. Dengan waktu persiapan  yang hanya tiga minggu, ternyata mereka sanggup menyelenggarakan acara tersebut dengan sukses. Tentunya ini juga merupakan salah satu potensi yang memperkuat upaya pembentukan paroki.
Romo YG. Marwoto, SCJ dalam sambutannya juga mengungkapkan, kaum muda wilayah barat juga merupakan penggerak kaum muda di paroki induk. Namun demikian, suatu saat bila sudah menjadi paroki tersendiri, paroki induk pun tidak kehabisan kadernya.
Satu hal lagi yang merupakan potensi di wilayah barat ini adalah kemandirian lingkungan. Dari 5 wilayah dengan julah umat sekitar 3.000 jiwa itu, 4 wilayah di antaranya memiliki potensi kemandirian lingkungan. Beberapa kegiatan dilaksanakan di lingkungan, antara lain renungan APP, Adven, dan doa Rosario. Potensi inilah yang belum dimiliki oleh wilayah-wilayah di bagian timur.
Dengan potensi-potensi yang dimiliki dan upaya yang semakin intensif, semoga harapan akan lahirnya paroki baru dengan gerejanya yang baru segera terwujud.

Jambi, 26 April 2010

Kamis, 10 Juni 2010

DOA BAPA KAMI CATATAN PERBANDINGAN DAN MAKNANYA

A. Prakata
Sebagian umat mungkin masih memiliki berbagai pertanyaan yang berhubungan dengan Doa Bapa Kami, doa yang diajarkan oleh Yesus sendiri. Pertanyaan itu misalnya; mengapa doa Bapa Kami yang kita doakan tidak seperti yang diajarkan Yesus sebagaimana terkandung dalam Injil (Matius 6;9-13 dan Lukas 11;2-4)? Bagaimana sikap badan ketika memanjatkan doa Bapa Kami? Mengapa Yesus mengajarkan kita menyapa Allah dengan sebutan Bapa? Tidakkah doa Bapa Kami mengandung nilai diskriminatif bagi kaum wanita, melestarikan budaya Patrilinial? Apa maksudnya ungkapan,”…ampunilah kesalahan kami seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami…” Ini terasa janggal, seolah Allah harus mencontoh kita? Bolehkah kami berdoa Bapa Kami langsung dari Injil (Matius dan Lukas)? Dalam berbagai kelompok ketika berdoa Bapa Kami, mengapa saling bergandengan tangan? Dan seterusnya.
Berbagai pertanyaan di atas sangat baik dalam rangka membangun pemahaman dan penghayatan doa yang lebih baik. Tulisan ringkas ini tidak untuk menjawab semua pertanyaan di atas, melainkan untuk memberikan catatan-catatan perbandingan teks Doa Bapa Kami yang ada dalam Injil Matius, Lukas dan yang kita miliki sekarang, serta mendalami makna yang diungkapkan dalam Doa Bapa Kami.

B. Catatan Perbandingan Teks Doa Bapa Kami
Teks Doa Bapa Kami dapat kita lihat dalam Injil Matius 6;9-13 dan Injil Lukas 11;2-4, serta teks yang kita pakai saat ini.
Dalam Injil Matius 6;9-13 disebutkan Doa Bapa Kami sebagai berikut; 9)Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlah namaMu, 10)datanglah kerajaanMu, jadilah kehendakMu di bumi seperti di sorga. 11)Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya, 12) dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; 13) dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari yang jahat.
Bapa Kami dari Matius memuat tujuh permohonan. Matius memang menyukai angka tujuh: dua kali tujuh keturunan dalam silsilah Yesus, 1;17; tujuh ucapan bahagia, 5:3; tujuh perumpamaan, 13;3; mengampuni tidak hanya tujuh kali, melainkan tujuh puluh kali tujuh kali, 18;22; tujuh kutuk yang dilontarkan kepada orang Farisi, 23;13; tujuh bagian dalam Injil Matius. Barang kali Matius bermaksud mencapai tujuh permohonan melalui doa Bapa Kami.
Untuk Matius 6;11,”pada hari ini makanan kami yang secukupnya”. Menurut para ahli, terjemahan ini merupKn ungkapan tradisional sebagai terjemahan kata-kata Yunani yang sesungguhnya sukar dipahami. Para Pujangga Gereja suka menerapkannya pada roti Ekaristi, Yohanes 6;22, dan pada roti firman Allah.

Doa Bapa Kami yang termuat dalam Injil Lukas 11;2-4; 2)Jawab Yesus kepada mereka,”apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah namaMu. 3)Berilah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya 4)dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami, dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan”.
Dapat kita lihat adanya lima permohonan, berbeda dengan injil Matius.

Sedangkan Doa Bapa Kami kita ucapkan adalah; Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah namaMu, datanglah kerajaanMu, jadilah kehendakMu, di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rejeki pada hari ini. Dan ampunilah kesalahankami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami, dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.

Kita yakin Doa Bapa Kami berasal dari Yesus Kristus sendiri. Dengan adanya tiga rumusan di atas, kita bertanya; mengapa ketiga doa Bapa Kami yang bersumber dari Yesus sendiri bisa berbeda dalam pengungkapannya oleh Matius, Lukas dan kita sekarang? Mana rumusan yang paling asli\benar?
Sesungguhnya ketiga rumusan di atas tidaklah memuat perbedaan yang mendasar. Esensi atau hakekatnya sebenarnya sama.
Adanya perbedaan ungkapan dapat dimengerti karena tidak semua murid Yesus waktu itu dengan serta-merta mau mengunggulkan doa Bapa Kami yang diajarkan Yesus sebagai sarana utama menjelaskan hubungan Yesus dengan Allah. Sebab kita tahu bahwa Injil pertama-tama merupakan endapan iman para murid Yesus, bukan catatan kata-perkata dari kisah perjalanan seorang Guru. Maka dapat dipahami, yang mengendap dalam diri Matius tidak sepenuhnya sama dengan diri Lukas. Mereka memiliki latar belakang yang berbeda, yang menentukan cara atau bahasa yang berbeda dalam mengungkapkan pengalamannya bersama Yesus Sang Guru.

C. Makna-Makna Yang Terkandung dalam Doa Bapa Kami

Bapa Kami
Istilah Bapa dalam Doa Bapa Kami yang dipakai Yesus berasal dari kata “Abba” (bahasa Aram). Makna “Abba” atau Bapa ini mau memperlihatkan hubungan pribadi yang erat dan mesra antara ayah dan anak, atau anak dan ayahnya. “Abba” adalah ungkapan seorang anak kecil maupun dewasa untuk ayah yang baik dan sangat ia sayangi.
“Bapa Kami” merupakan ajakan Yesus untuk murid-Nya agar menyadari bahwa Allah selalu ingin membangun hubungan erat dan mesra dengan manusia. Hubungan erat dan mesra tersebut akan membuka pintu Kerajaan Allah.
Semua orang diundang untuk ikut menjadi putera Allah. Dengan menerima ajakan untuk menyebut Allah sebagai Bapa dan menerima diri menjadi putera Allah, manusia juga wajib menjalin hubungan baru dengan manusia lain sebagai sesama putera Allah, sebagai saudara dan saudari.
Apakah ketika kita mengucapkan ‘Bapa Kami”, kita menghayati makna atau ajakan Yesus di atas, sehingga terbuka untuk mencintai sesama sebagai saudara yang satu Bapa?

Yang Ada di Surga
Makna “surga” tidak menunjuk pada “suatu tempat” di mana Allah berada, melainkan kepada suatu cara keberadaan dan suasana kehadiran Allah. Allah ada dalam kemuliaan dan hadir dalam hati manusia yang percaya untuk diselamatkan.

Dimuliakanlah NamaMu
Ungkapan ini adalah sebuah permohonan agar nama Allah dimuliakan. Dalam permohonan ini, kita mengakui nama Allah dan kita mengakuinya sebagai suatu nama yang kudus. Di sini digemakan kembali proses pewahyuan Nama yang kudus lewat Musa dan Yesus, dan akhirnya pada kita, dengan harapan akan sampai kepada setiap orang di dunia.

Datanglah KerajaanMu
Ungkapan prmohonan ini erat berhubungan dengan “dimuliakanlah namaMu”. Kerajaan Allah yang menjadi warta pokok hidup pelayanan Yesus diharap segera terwujud tuntas dan sempurna. Penyempurnaan tuntas yang akan terjadi saat kedatangan Tuhan pada akhir jaman, tidak saja diharapkan, melainkan juga sangat dirindukan. Dalam kerinduan inilah, para pengikut Kristus (kita) mohon agar Kerajaan Allah segera terwujud di dunia ini. Gereja perdana menyampaikan kerinduan ini pada bagian akhir/penutup ibadat mereka.

Jadilah KehendakMu
Bapa telah membuat kehendak-Nya dikenal lewat Putera-Nya, Yesus Kristus. Dalam doa permohonan ini, kita mengakui kehendak Bapa dan kita mengungkapkan keinginan kita untuk mempersatukan kehendak kita dengan kehendak Putera-Nya, serta keinginan kita untuk melaksanakan kehendak Bapa demi keselamatan kita.

Di Atas Bumi Seperti di Dalam Surga
Di bumi Kerajaan Allah telah terwujud dalam hidup Yesus sesuai dengan kehendak Bapa di surga. Yesus taat sampai mati kepada Bapa. Karena itu, saat ini dimohon agar Kerajaan Allah juga terwujud melalui ketaatan para pengikut Yesus kepada kehendak Bapa di surga. Semoga Allah yang sudah memenangkan perjuangan Yesus, juga akan memenangkan perjuangan para pengikut Yesus, sehingga hanya kehendak Allah saja yang akan menguasai dan menentukan sikap dan langkah murid Yesus (kita).

Berilah Kami Rejeki Pada Hari Ini
Sebagai suatu jemaat, sadar akan persatuan dan tanggung jawab bersama, kita mohon kepada Bapa untuk memberi kita masing-masing apa saja yang kita butuhkan untuk hidup sehari-hari, baik secara jasmani maupun rohani. Dari sini dapat dipahami, mengapa doa Bapa Kami yang kita ucapkan saat ini agak berbeda dengan teks Matius dan Lukas.
”Rejeki pada hari ini” secara khusus mengingatkan akan roti rohani dalam Ekaristi, dengan mana kita dapat memberi makan diri kita setiap hari. Doa permohonan ini juga mengingatkan perlunya memperhatikan saudara-saudari kita agar mereka juga menerima rejeki mereka sehari-hari, baik jasmani maupun rohani.

Dan Ampunilah Kesalahan Kami, seperti Kami pun Mengampuni yang Bersalah Kepada Kami
Ungkapan ”seperti kami pun mengapuni” maksudnya bukanlah bahwa kita memberi contoh kepada Allah. Sebab dalam Lukas 6;36 dikatakan: ”hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati”. Dengan mengampuni dan mengasihi musuh, kita menjadi anak-anak Allah (Lukas 6;35). Maka kalau memiliki semangat pengampunan, yakni semangat anak-anak Allah, kita berani memohon pengampunan dari Allah juga. Jelas, bahwa ungkapan permohonan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami, memiliki syarat: membawa diri sebagai anak Allah dengan mengampuni yang bersalah kepada kami.

Dan Janganlah Masukkan Kami ke dalam Pencobaan
Makna ungkapan ini adalah memohon agar Tuhan tidak membiarkan kita masuk ke dalam pencobaan. Masuk ke dalam pencobaan berbeda dengan digoda.
Kita berdoa agar kita dapat menghindari pencobaan yang tidak perlu, dan jika digoda, kita dapat menolaknya dengan bantuan Roh Kudus.

Tetapi Bebaskanlah Kami dari yang Jahat
Kita mohon dibebaskan dari kejahatan, bukan yang bersifat abstrak tetapi dari seorang pribadi, yakni setan, sumber segala kebohongan. Kita berdoa agar kemenangan akhir terhadap setan/sijahat tampak dalam hidup kita dan dalam dunia. Kita berdoa agar bisa ikut ambil bagian dalam kemenangan akhir terhadap setan. (Alfonsus Kua)

MENJADI BAGIAN PERS KATOLIK INDONESIA

Tentunya ada pertanyaan besar untuk Majalah TERESIA. Kemana dirimu setahun ini? Tak mudah untuk menjawabnya. Namun pengalaman saya membisikkan kesimpulan singkat ini: “adalah lebih mudah mendirikan media tapi lebih sulit menghidupinya”.
Apakah ini masalah dana? Ternyata dana bukan yang terutama. Tapi lebih pada pengorganisasian sebuah karya penerbitan, menciptakan sistem yang memanusiakan manusia. Terlebih ini adalah karya sosial dimana setiap orang yang terlibat di dalamnya selalu membisikkan kata: Ad Maiorem Dei Gloriam. Mudah-mudahan kemuliaan Tuhan kian besar dengan karena karya ini.
Ini adalah organisasi nirlaba & paruh waktu. Seluruh penggiat majalahnya berangkat dari waktu luangnya yang sebenarnya sudah dibagi-bagi dengan hitung-hitungan yang sulit. Dari sekian waktu luang yang ada, yang juga diluangkan untuk anak, istri, teman, saudara, hobi dan hiburan dan istirahat, mereka merelakan bahkan sebagian dari yang sedikit itu untuk diberikan pada majalah ini.
Tak mudah memang. Dengan nirlaba, TERESIA tidak mampu mengikat orang untuk terus ada baginya. Perputaran dana yang ada tak lebih hanya untuk menyambung nafas untuk terbit bulan-bulan mendatang. Dengan paruh waktu, TERESIA tidak bisa menciptakan sistem baku yang ketat untuk para penggiatnya. Maka azas fleksibilitas menjadi landasan utamanya tanpa melupakan prinsip in omnibus charitas, dalam segalanya adalah cinta kasih.
Maka jangan bertanya: di mana sekretariat Majalah TERESIA atau apa saja asetnya? Sebab menemukan jawaban atas kedua pertanyaan itu hanya bisa dilakukan jika bisa menyatukan mereka yang bergiat di dalamnya. Merekalah sekretariatnya, merekalah aset TERESIA.
Kini TERESIA menikmati kebaruannya muncul lagi di tengah umat. Momen ini menjadi penting, sebab niatan TERESIA adalah selalu ingin mereformasi diri, TERESIA semper reformanda, ingin hadirnya dinanti umat, ingin menjadi entitas kecil yang menumbuhkan sensus chatolicus di tengah umat, ingin membangun constructive critics dan semuanya bermuara kepada keinginan untuk menjadi Gereja yang sempurna.
Tentunya ini adalah cita-cita pers Katolik Indonesia. De-Java Post memulainya di Bogor pada 1903, De Koerier mengikuti kemudian dalam periode 1927-1940. Ada pula Kristus Ratu Itang (1926-1938) di Ende, Veritas di Padang, Soeara Katolik di Jawa, Parbarita di Pematang Siantar dan Hidup di Jakarta, adalah contoh kecil dari sekian banyak pers (baca: majalah) Katolik yang tumbuh di tengah umat di tanah air.
Pun TERESIA ingin tumbuh sejajar dengan semua majalah itu. Dengan visi besar di depan, tentunya lebih mudah bagi TERESIA untuk bergerak menuju pemenuhan cita-citanya.@

Rabu, 09 Juni 2010

Penerimaan Komuni Pertama


6 Juni 2010, diadakan Misa Penerimaan Komuni Pertama. Setelah misa, diadakan acara ramah tamah di Gedung Paroki


Beautiful Words from Ghaspard Lamatapo
Kata-kata indah ini aku kumpulkan dari sms Ghaspard Lamatapo saat dia terbaring sakit setelah mengalami kecelakaan parah. 

Sahabatku yang sedang dinantikan oleh kehidupan, janganlah engkau membantah yang ini, bahwa nilai dari yang kau lakukan, menentukan nilai dari yang kau capai. Maka pertanyaanku kepadamu adalah, apakah yang sedang kau lakukan itu bernilai? Jika tidak, mengapakah engkau masih bertahan dalam melakukannya? Apakah yang kau segerakan adalah yang akan menyegerakan kebahagiaanmu? (Gaspar, April 14th, 2009; 19.59)

Tetapi sahabat hatiku, camkanlah ini bahwa:
Semua kehebatanmu dalam bermimpi, kelengkapanmu dalam berencana, dan kelantanganmu dalam berjanji; tidak lebih kuat daripada kecenderunganmu untuk menunda. Ingat – ingatlah lagi. Bukankah telah banyak malam – malam yang bermata lebar terjaga dalam impian – impian sadar mengenai hal – hal besar yang ingin kau capai? (Gaspar, April 14th, 2009; 20.00)

Bukankah telah sering engkau berbaring gelisah menanti pagi yang tak kunjung merebak, karena engkau tak sabar untuk segera melakukan yang kau yakini malam itu sebagai jalan keluar dari kesulitanmu dan jalan masuk ke kehidupan impianmu? Tetapi, untuk kemudian kau buktikan bahwa ketergesaanmu untuk bertindak tertahan oleh perasaan kecil merayu, yang berkata dalam hatimu bahwa nanti adalah saat yang tepat untk melakukannya, dan bahwa sekarang bukanlah waktunya. Lawan dari ketergesaan untuk berhasil bukanlah kelambanan. Lawan dari ketergesaan untuk berhasil adalah ketergesaan untuk menunda yang memberhasilkan. (Gaspar, April 14th, 2009; 20.00)

Awal dari kehidupan kita bukanlah rencana kita, dan saatnya berakhir pun bukan keputusan kita, tetapi telah semakin jelas bagi kita bahwa tugas kita adalah menjadikan waktu antara yang awal dan akhir itu, sebagai sebuah perjalanan yang terindah yang bisa kita capai dengan upaya kita, dan dengan bantuan penuh kasih dari Tangan Yang Tidak Terlihat Itu. (Gaspar, April 15th, 2009; 14.39)

Orang – orang yang bekerja keras hari ini dan memastikan bahwa yang dilakukannya hari ini pantas mendapat penghargaan di masa depan, kan bisa lebih senang nanti menyambut masa depan yang datang dengan kualitas yang lebih baik. (Gaspar, April 15th, 2009; 14.42)

Itu sebabnya, tanggung jawab kita adalah menjadikan hari ini lebih baik dengan pelajaran yang kita unduh dari kesalahan – kesalahan kita di masa lalu, dan menjadikan hari esok lebih menjanjikan karena kelebihan – kelebihan yang kita capai hari ini.
Karena kualitas motivasi kita adalah sebuah target bergerak, dan karena dalam dua hari – hari ini akan menjadi kemarin; maka tetaplah setia kepada cara – cara yang baik untuk berdamai dengan masa lalu anda. (Gaspar, April 15th, 2009; 14.43)



Berserahlah….tugasmu adalah melakukan yang terbaik dari yangbisa kau lakukan. Apapun dampak dan hasil dari upayamu, ada dalam kewenangan Tuhanmu. (Gaspar, April 15th, 2009; 14.45)

Maka bila anda ingin mengerti keindahan, menarilah seperti tidak ada yang melihat anda, dan mencintailah seperti cinta itu tidak akan menyakitkan. Mulailah dengan mencintai, tanpa mengharuskannya mencintai anda lebih dahulu. Mulailah untuk berlaku penuh kasih, tanpa menuntutnya untuk berlaku penuh kasih, tanpa menuntutnya untuk berlaku lembut kepada anda. Memberilah tanpa mengharapkan pemberian kembali. Memujalah tanpa harapan untuk dipuja kembali. Mintalah maaf mesti anda tidak bersalah. Lupakanlah kesalahannya, dan ingatlah kegembiraan yang dibawanya. Dan untuk hatimu yang lemah dan melemahkan itu, aku... (Gaspar, April 15th, 2009; 14.46)

Untuk merasa bahagia, bingung, kecewa, sedih, atau marah adalah masalah keputusan. Bila anda memutuskan untuk merasa berbahagia maka bahagialah anda. Dengannya, kebahagian anda adalah sebetulnya hasil dari ketepatan keputusan – keputusan anda. (Gaspar, April 15th, 2009; 14.47)

Sadarilah bahwa, kehidupan anda adalah jumlah total dari keefektifan keputusan – keputusan anda; baik yang lalu, yang hari ini, dan yang masih akan anda buat di masa depan.
Hari ini buatlah keputusan – keputusan yang lebih baik dan yang lebih tegas. Anda dinilai oleh orang lain, bukan hanya karena kemampuan anda, tetapi  -lebih akut- karena pilihan keputusan anda. Maka putuskanlah untuk menjadi gembira, berbahagia dengan apapun anda hari ini. Katakanlah : keberhasilan bukan hanya pencapaian akhir dari sebuah perjalanan, tetapi bahkan lebih penting  - keberhasilan adalah kualitas dari perjalanan itu.
Mohon anda ingat bahwa, bila anda berlaku sebagai pribadi yang anda… (Gaspar, April 15th, 2009; 14.48)

Dan untuk hatimu yang lemah dan melemahkan itu, aku katakan ini kepadamu, bahwa Tuhan kita – sebagai kekasihmu akan mencukupkan sekecil – kecilnya kemampuanmu untuk menyelesaikan sebesar – besarnya pekerjaanmu. Bila kebingungan dan kesedihanmu memantaskan dirimu untuk sebuah tangisan yang rintihannya rendah dan dalam, …maka menangislah dengan jujur di hadapan Tuhanmu. Kerena, Tuhan Yang Maha Memelihara tidak akan membiarkan kita berlaku salah tanpa diingatkan bahwa kita perlu memperbaiki diri. (Gaspar, April 15th, 2009; 14.50)

Dan bila hati anda sedang menjadi pelabuhan bagi sebuah penilaian yang rendah mengenai daya tarik dalam kebersamaan anda dengan pribadi pilihan anda, pastikanlah bahwa itu tidak disebabkan  oleh ketidak mampuan anda sendiri untuk memberikan penghargaan kepada yang sebetulnya baik. Maka pastikanlah anda membangun ketertarikan yang baik dengan orang lain, dan pastikanlah ketertarikan anda itu tulus dan terasakan oleh mereka secara berkelanjutan. (Gaspar, April 15th, 2009; 14.52)

Anda bisa memberi tanpa mengasihi, tetapi anda tidak mungkin bisa mengasihi tanpa memberi. Kasih sayang adalah pemberian, maka kasih sayang dengan nilai tertinggi adalah yang memberikan keseluruhan hidup kepada yang dikasihi. Matematika kasih sayang itu hanya satu, cintailah dia sepenuhnya karena kebahagiaan yang dilebihkannya untuk anda. Mohon anda sadari bahwa tidak ada pribadi yang sempurna, tetapi cinta yang sempurna bisa anda bangun. (Gaspar, April 15th, 2009; 14.53)

Bila kekhawatiran yang sedang berjaga – dia akan mendorong kita untuk menghindari apapun selain yang sudah biasa. Bila kedengkian yang sedang aktif – dia akan membuat kita melihat kemuliaan sebagai sesuatu yang kuno dan membuat kita tertinggal.
Dengannya, anda harus membebaskan pikiran anda dari hal – hal yang tidak baik – agar hanya kebaikanlah yang tersisa dalam pikiran anda. Dan bila hanya kebaikan yang mengisi pikiran anda – maka baiklah pengertian anda. (Gaspar, April 15th, 2009; 14.54)

Maka anjurannya kepada anda, adalah untuk mengambil sebuah kualitas pribadi yang anda idamkan, dan berlaku dalam keseharian anda layaknya anda telah menjadi pribadi itu. Bila ‘peran’ ini anda lakukan dengan teratur, maka perilaku terpilihlah yang akan menjadi kebiasaan baru anda. Sikap kita kepada kehidupan ini menentukan kualitas kehidupan yang kita capai. (Gaspar, April 15th, 2009; 14.57)