Cari Blog Ini

Rabu, 06 Februari 2013

Profil Imam Baru





Sebutannya sungguh unik: Frater Black, banyak orang memanggilnya dengan sebutan itu. Sesungguhnya dia adalah Fr. Paulus Kristanto, berasal dari stasi Sto. Tarsisius- Karang Pulau, Kuasi Paroki Ketahun, Bengkulu Utara. Akan ditahbiskan pada tanggal 6 Februari 2013 di paroki tempat asalnya yakni Paroki Sto. Yohanes-Bengkulu.


“Saya tidak berkeberatan dipanggil frater Black”  kata anak bungsu dari dua bersaudara yang lahir dari pasangan Anastasia Suripti dengan Agustinus Suwardi ini. Baginya panggilan black mempunyai makna kedekatan hubungan dan sapaan yang akrab, dan menurutnya black itu singkatan dari Berhati Lembut Andalkan Cinta Kasih. “Ini sesuai dengan motto tahbisan saya: ‘Aku tergerak oleh karena kasih setia-Mu’, yang bersumber dari Kitab Ratapan 3 : 22 ”  tambahnya.

Frater Paulus adalah alumni SMA Negeri 2 Bengkulu mengaku bahwa keinginannya menjadi seorang imam muncul dari dirinya sendiri sejak masih kecil, meskipun sesungguhnya keinginan masuk seminari sejak lulus SMP tertunda karena ketaatannya kepada orang tua yang menyarankan agar lebih baik masuk seminari setelah lulus dari SMA saja.

Cita-cita sejak masa kanak-kanaknya tumbuh berkembang diawali oleh teladan seorang imam yang selalu melayani umat ditempat asalnya, Pastor Niko (Nicolaas van Steekelen Burg).  Baginya Pastor Niko adalah seorang imam yang sungguh menjadi dambaan dan idola. Banyak sisi yang dapat ia teladani dari segi kesederhanaan, keramahan, pemikiran maupun kesetiaannya sebagai seorang imam.

Ditanya mengapa tidak memilih menjadi imam dalam Konggregasi Imam-imam Hati Kudus Yesus (SCJ) sebagaimana idolanya, Fr. Paulus Kristanto dengan tangkas dan bijaksana menjawab: “Saya ini anak yang lahir dan dibesarkan di Keuskupan Agung Palembang, sementara dioses ini memerlukan banyak imam. Maka saya terketuk hati untuk mengabdikan diri menjadi seorang imam diosesan, mencurahkan segala tenaga, kemampuan dan pemikiran untuk Keuskupan Palembang. Menjadi imam konggregasi sama baiknya dengan menjadi imam projo, hanya peluang untuk bertugas diluar dari keuskupan ini lebih besar bagi imam-imam konggregasi”.

Menurutnya menjalani masa penpas (pengolahan pastoral) di dua paroki yang berbeda yakni satu setengah tahun di Paroki Sto. Stephanus – Curup dan  satu tahun di Paroki Sta. Teresia – Jambi merupakan pengalaman tersendiri yang masing-masing membawa kesan meneguhkan. “Jujur saya katakan kalau tadinya saya merasa ‘gamang’ ketika hendak ditugaskan di Paroki Jambi. Tetapi saya berpegang teguh pada komitmen kesetiaan saya terhadap pimpinan gereja yakni Bapak Uskup” katanya. Kesetiaannya sungguh teruji ketika taat pada ayah untuk menunda masuk seminari dan ketika ditugaskan ke paroki Jambi oleh Uskup pimpinanya, meski dalam lubuk hatinya tersimpan rasa gamang. “Relasi seorang imam diosesan dengan uskupnya itu seperti relasi seorang anak dengan ayah. Akan menjadi seperti apa jika seorang anak tidak taat kepada ayanya. Disini saya banyak belajar ketaatan” katanya.

“Bagi saya, tempat dimanapun saya ditugaskan adalah surga. Prinsipnya adalah hidup dalam komunitas sehingga kita merasa enak, enjoi dalam bersaksi mewartakan kabar suka cita” kata Fr. Paulus Kristanto. Ia sendiri berpendapat bahwa setiap pelayanan pendampingan bagi kelompok apapun harus terjun langsung terlibat didalamnya. Hanya saja sebagai pendamping mempunyai tugas khusus yakni sebagai animator, fasilitator dan sebagai motifator.

Selama masa pengolahan pastoral di Paroki Sta. Teresia Jambi ia sering terlihat membaur dalam kelompok BIAK (Bina Iman Anak Katolik); OMK (Orang Muda Katolik); Legio Maria dan KBM (Kelompok Basis Mahasiswa) yang seluruh anggotanya adalah mahasiswa-mahasiswa beragama katolik.


Melihat potensi yang sangat besar pada kelompok OMK Jambi, frater yang berperawakan kekar legam ini berpikir dan mencita-citakan cara pengelolaan potensi serta pendampingan yang khas, bagaimana supaya OMK sebagai bagian umat katolik menjadi komunitas yang eksis dengan satu hal yang khas orang muda.

Selamat Frater Black untuk menjadi Presbiter : Rm Paulus Kristanto, Pr.

1 komentar:

  1. selamat atas pentahbisan Rm P kristanto,Pr kami bangga terhadap anda. Rm satu-satunya sahabat kami yang menjadi imam diantara sahabat-sahat yang gugur

    Maaf Kemarin Tidah bisa ikut misa perdana, Lg diJKT

    BalasHapus