Cari Blog Ini

Jumat, 15 Oktober 2010

Katak di Air Susu

Ada 2 ekor anak katak. Ketika bermain di sekitar tong penuh air susu, mereka tergelincir dan jatuh ke dalamnya. Keduanya berusaha melompat keluar, tetapi tidak berhasil. Cairan susu tidak dapat menjadi tumpuan bagi kaki mereka.

Salah seekor katak sudah menyerah. "Tidak mungkin", katanya. Dia tidak berenang lagi, tenggelam, dan mati. Akan tetapi, katak temannya memutuskan untuk menghadapi situasi itu. "Aku harus terus berenang sampai keadaan yang lebih baik terjadi", katanya tegas.

Gerakan terus - menerus berenang itu mengaduk air susu. Beberapa saat kemudian, kepala susu menggumpal di permukaan air susu. Itu menyiapkan landasan yang kuat bagi katak yang nekad itu. Untuk melompat dari dalam
tong susu sekarang cukup mudah. Katak itu berhasil keluar, hidup, dan percaya diri.

Setiap usaha ada hasilnya

Disadur dari:
Cercah - cercah hikmah, P. Cosmas Fernandes, SVD, Kanisius

  • Menghayati Ekaristi
 Sebagaimana hidup, iman pun diberikan kepada semua orang. Bukan karena jasa, tetapi berkat rahmat Allah. Itulah dinamika hidup. Kita diharapkan terbuka dan bersedia menumbuhkan iman itu dengan subur, agar dapat berbuah. Tetapi pada hakekatnya Tuhanlah yang berkarya, dan menurut St. Agustinus, "dengan mengganjar jasa kita, Ia mengganjar pemberian-Nya". Maka takkan pernah cukuplah kita berterima kasih kepada Tuhan. Sebab dengan bersatu dengan-Nya melalui iman, Ia menyembuhkan kita dari kuasa dosa dan memberi hidup dari hidup-Nya sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar